Keterkaitan antara Individu, Masyarakat, dan Kebudayaan
Nama : DWI
RATRI OCTAVIANITA
NIM :
20310410002
Ulasan ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Sosiologi pada Prodi Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Dosen
Pengampu Dr. Arundati Shinta/Amin Nurohmah, S.Pd., M.Sc.
Keterkaitan
antara Individu, Masyarakat, dan Kebudayaan
Sebelum membahas
lebih jauh tentang hubungan antara individu/manusia, masyarakat, dan
kebudayaan, akan dibahas terlebih dahulu mengenai pengertian dari masing-masing
aspek sebagai berikut.
a. Pengertian Individu (Manusia)
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu.
b. Pengertian Masyarakat
Masyarakat
adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi
terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang
berada dalam kelompok tersebut. Kondisi umum yang menyebabkan munculnya
masyarakat sendiri salah satunya disebabkan adanya naluri alami
manusia sebagai mahluk sosial. Sehingga manusia tidak akan bisa hidup sendiri
tanpa adanya hubungan dengan manusia yang lain.
c. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan
berasal dari kata budaya yang berasal dari bahasa Sansekerta buddayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal.
Dalam bahasa Inggris, kata budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa Belanda = cultuur, dan dalam bahasa
Latin, berasal dari kata colera yang
berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, mengembangkan tanah (bertani).
Hubungan antara Individu,
Masyarakat, dan Kebudayaan
Antara individu, masyarakat, dan kebudayaan, ketiganya ini saling berhubungan satu sama lain. Masyarakat adalah suatu organisasi individu/manusia yang saling berhubungan dengan kebudayaan. Mc Iver pakar sosiologi politik pernah mengatakan bahwa "Manusia adalah makhluk yang dijerat oleh jaring–jaring yang dirajutnya sendiri". Jaring–jaring itu adalah kebudayaan. Mc Iver ingin mengatakan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang diciptakan oleh masyarakat tetapi pada gilirannya merupakan suatu kekuatan yang mengatur bahkan memaksa manusia untuk melakukan tindakan dengan “pola tertentu”. Kebudayaan bahkan bukan hanya merupakan kekuatan dari luar diri manusia tetapi bisa tertanam dalam kepribadian individu.
Dengan
demikian kebudayaan merupakan kekuatan pembentuk pola sikap dan perilaku
manusia dari luar dan dari dalam. Unsur paling sentral dalam suatu kebudayaan
adalah nilai–nilai yang merupakan suatu konsepsi tentang apa yang benar atau
salah (nilai moral), baik atau buruk (nilai etika) serta indah atau jelek
(nilai estetika). Dari sistem nilai inilah kemudian tumbuh norma yang merupakan
patokan atau rambu–rambu yang mengatur perilaku manusia di dalam masyarakat.
Sumber referensi:
https://agusmustakim.wordpress.com/2012/10/10/3-hubungan-antara-manusia-masyarakat-dan-kebudayaan/
Komentar
Posting Komentar